SEMUA ORANG BISA BER-APRESIASI SASTRA DI SINI

padam




::beh::

Air, Angin dan Awan

Air, Angin dan Awan..
mengisyaratkan sesuatu dalam hidup..
Air, Angin dan Awan..
memberi kedamaian dalam jiwa..
Air, Angin dan Awan..
mengalunkan melodi-melodi dalam hati..
Air..
bergemericik diantara ikan-ikan yang melompat..
Angin..
berhembus diantara hamburan dedaunan dan ranting yang gugur..
Awan..
bergumpalan diantara matahari dan bulan yang bersinar..

::anonim::

-Noda Merah-

menari-nari dibawah langit malam..
berbalut selembar kain sifon putih..
perlahan bulan purnama mengintip lembut dari kejauhan..
lekuk-lekuk tubuhnya..
seolah menjadi siluet yang indah dalam kegelapan..
namun..
sepasang mata nanar menggoreskan noda merah pada sifon putih itu..
sepasang mata yang haus akan pengakuan kejantanan..
sepasang mata yang tidak bisa menikmati keindahan..

::anonim::

Parade Katak

Ah,
Memandang parade katak loncat dan burung elang terbang
Si katak pria meradang
Si katak wanita merayu
Yang yakin hendak terbang dan matanya berkaca terbelalak girang

"kungkongkungkongkung pret"

Oh,
Mengamati parade katak loncat dan ikan cakalang berenang
Si katak tua terpana
Si katak muda tertawa
Berharap-harap sanggup berenang
Gaya pundak, gaya punggung, gaya dada, ombak ditantang

"kungkongkungkongkung pret"

Ah,
Mengintip parade katak loncat melihat bangau tong-tong berenang dan terbang

oh,
"kungkongkungkongkung pret"
Meloncat cepat
Menunduk malu

::anank::curut::